Minggu, 12 Mei 2013

Everlasting Heart part 18 (Last Part)


Everlasting Heart Part 18

Ify masih merasa gundah hatinya seakan tidak tenang, beberapa hari tinggal di rumah orangtuanya semakin membuat Ify sadar kalau cintanya akan Rio sangatlah besar. Ia tidak bisa memungkiri kalau dia sangat ingin bertemu dengan Rio. Tapi apa Rio mau bertemu dengan gue?

“Drrtt... drrttt..” BB Ify bergetar. Ify segera meraihnya. Ify sangat berharap kalau orang yang menelepon ini adalah Rio.

“Hallo..”

“Hallo!! Fy, gawat!! Gawat banget!” terdengar suara Sivia panik dari seberang sana.

Apaan sih?!


“Gawat apaan?!” tanya Ify malas.

“Gawat Fy! Gawat!” ulang Sivia lagi membuat Ify makin sebel.

“Iya gawat apaan?! Dari tadi lo ngomong kalo gawat mulu!”

“Gawat! Rio.. Rio..” ujar Sivia terputus-putus.

“Kenapa Rio?!” tanya Ify langsung.

“Rio, dia mau berangkat ke Aussie ngelanjutin S2-nya! Dia disana bakalan lama Fy! 2 tahun!” beritahu Sivia.

Ify seakan tak percaya. Rio mau pergi ke Aussie?! Berarti kita gak akan bertemu dalam waktu lama. Ify masih asik termenung.

“Fy! Fy! Lo masih disana kan?!” tanya Sivia lagi.

“Oh..”

“Lo masih nunggu apa lagi?! Lo gak mau ngejar Rio?! Gue tau Fy, lo cinta banget sama Rio meskipun lo gak mau ngakuinnya!”

Ify sekarang sedang panik. Ia masih mondar-mandir bingung. Sekarang ia harus memilih rasa gengsi atau cowok yang dicintainya. Sebentar-sebentar Ify melirik ke arah jam. Sekarang jarum pendek jam sudah menunjuk ke arah jam 11. Padahal Rio berangkat pukul 12. Perjalanan dari rumah Ify ke bandara Soekarno-Hatta sudah memakan waktu 45 menit. Ify memutuskan untuk mencegah kepergian Rio. Sabodo amat dengan rasa gengsi!

# # # #

Sekarang jarum jam tangan Ify sudah menunjuYoon pukul 11.50. Ini semua gara-gara jalanan macet!! Biasalah Jakarta kan terkenal sebagai kota macet! Begitu sapai di bandara, Ify tidak ingin membuang waktu. Ia segera berlari mencari sosok Rio di antara ribuan orang disana. Terlambat sedikit saja dia bisa kehilangan orang yang paling dicintainya. Ify gak ingin hal itu terjadi. Ify sekarang lagi mondar-mandir mencari Rio. Sampai-sampai napasnya sudah tidak kuat lagi untuk berlari. Tak disangka Ify menangkap sosok Rio yang berada di kejauhan tetapi Rio tidak tau kalo Ify sekarang sedang melihatnya dari kejauhan. Rio tampaknya sedang bersiap-siap untuk masuk ke pesawat. Ify segera berlari menghampiri Rio.

“Rio!! Rio!!” panggil Ify begitu berada 2 meter dari posisi Rio berdiri.

Rio membaliYoon tubuh. Ia terkejut dengan kedatangan Ify yang tak terduga itu.

Ify berjalan mendekati Rio.

“Yoo, lo jangan pergi!” tegas Ify yang mulai berlinang air mata.

Rio tak bergeming.

“Yoo, lo gak akan pergi ninggalin gue begitu aja kan?! Bukankah lo pergi akhir minggu ini?” tanya Ify lagi.

Rio masih diam dan memandang Ify tajam.

“Yoo, ayo kita pulang sekarang! Gue gak bakalan ngebiarin lo ninggalin gue begitu aja setelah lo nyuri hati gue!” lanjut Ify sambil menarik tangan Rio.

Rio terbelalak kaget.

“Lo apa-apaan sih?” tanya Rio kemudian setelah mengamati cewek di depannya ini lekat-lekat.

“Gue.. gue sayang sama lo, Yoo. Gue mohon lo jangan tinggalin gue! Persetan dengan surat cerai, persetan dengan perjanjian konyol itu, sekarang gue mau jadi istri lo yang sepenuhnya! Asal lo jangan pergi, plis!!”

“Lo barusan bilang apa?! Lo sayang sama gue? Lo pingin jadi istri gue sepenuhnya?” ulang Rio tak percaya.

“Kalo lo pergi ke Aussie, berarti kita akan pisah selama 2 tahun! Gue gak pingin hal itu terjadi!” Ify segera memeluk erat tubuh Rio yang ada di depannya. Ify juga menangis sekencang-kencangnya. Ia tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya.

“Apa?! 2 tahun?!”

“Lo pergi buat beasiswa ke Aussie kan?” Ify sudah tak dapat menahan air matanya lagi.

“Tunggu! Kayaknya disini ada sedikit kesalahpahaman.”

“Maksud lo apa, Yoo?” tanya Ify masih dengan posisi tubuh memeluk Rio.

“Gue.. gue pergi Cuma 1 minggu. Gue udah nolak beasiswa itu. Sekarang gue pergi ke Aussie untuk ngewakilin perusahaan aja.” Ujar Rio.

HAH?!

“Apa?!” Ify segera menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya.

Rio tersenyum.

“Gue gak tau lo denger itu semua dari siapa, tapi gue sangat berterimakasih sama orang itu.”

Kini giliran Ify yang diam seribu bahasa. Tampaknya dia malu dengan kejadian barusan. Ini semua gara-gara Sivia!

“Fy, kayaknya gue.. gue udah harus pergi. Gue..”

Tanpa segan-segan Rio mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya tepat pada bibir istrinya itu. Otomatis Ify tak kalah terkejut.

“Lo tunggu gue pulang, gue bakalan balik secepat mungkin!” ucap Rio dan berbalik untuk masuk pesawat. Tapi langkahnya terhenti ketika Ify memanggilnya.

Ify berjalan mendekat dan ketika sudah berhadapan dengan Rio, dia sedikit menjinjit dan memegang bahunya untuk menyamakan tingginya dengan Rio. Lalu Ify mendekatkan mulutnya pada telinga Rio dan berbisik,

“Safe flight, Yoo. Gue bakalan tunggu lo pulang. Jangan centil-centil disana!” ucap Ify dan segera mengecup pipi kiri Rio.

Rio hanya tertawa kecil dan mengusap kepala istrinya sayang.

“Gak bakal!” Rio pun berbalik dan memasuki pesawat yang akan membawanya ke Aussie.

# # # #

Di suatu pusat perbelanjaan..

“Gimana Vi?” tanya Angel pada Sivia.

“Beres! Siapa dulu dong?? Sivia!!” ujar Sivia bangga.

“Drrttt.. drrttt..” BB Sivia bergetar. Dilihatnya layar BB nya itu.

“Siapa Vi?” tanya Angel bingung melihat ekspresi wajah Sivia.

“Ify.” jawab Sivia pada Angel sambil menjawab panggillan itu.

“Hallo Ify sayang..” sapa Sivia riang.

“Heh! Lo tuh temen apaan?! Lo kok tega sih ngebohongin gue?! Sampe-sampe gue nyamperin Rio! Ih, pokoknya gue malu banget hari ini! Ini semua gara-gara siapa lagi kalo bukan lo?!” Ify marah.

“Udah Fy, gue ngaku gue salah. Tapi kalo gue gak gitu, gue gak bakalan bisa ngebuat lo berdua bersatu! Lo sama Rio kan sama-sama makhluk bergengsi tinggi! Nah kalo begini kan gue udah bisa tenang. Udah nikmatin aja peran lo jadi istrinya Rio yang baik, terus cepetan buatin kita ponakan yang banyak! Oke?!”

“Buatin! Buatin! Lo kira gue kucing apa sekali beranak bisa banyak?!” gerutu Ify balik. Sivia ngakak.

# # # #

Ify memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan Rio, untuk menunggu kepulangan Rio. Orangtua Ify sangat senang sekali melihat perubahan Ify. Ify tampak jadi lebih dewasa. Tiap hari minimal 10 kali Rio menelepon maupun mengirim SMS atau BBM pada Ify. Ify yang berada di rumah jadi selalu inget sama Rio. Gimana gak, di setiap sudut rumah ini selalu mengingatkannya akan Rio. Untuk mengisi waktunya yang senggang, Ify memutuskan untuk belajar memasak dari mamanya. Paling gak, jadi seorang istri harus busa masak untuk suami.

# # # #

Sudah 4 hari berlalu, rutinitas yang sama selalu dilakukan oleh Ify. Pergi kampus, pulang kampus, nonton, masak, makan, tidur. Ify benar-benar merasa kesepian! Ternyata gak ada Rio sepi juga ya? Saat ini Ify memutuskan untuk berbelanja di swalayan yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Ify segera memasuki swalayan itu dan segera mencari barang kebutuhannya. Saat ini hanya tinggal satu belanjaan yang masih belum ditemukan oleh Ify, yaitu selai vegemite kesukaan Rio. Eh, disana kan stannya selai! Ify segera berjalan menuju stan selai. Dicarinya selai vegemite kesukaan Rio dan ini dia akhirnya ketemu! Selai itu tinggal satu dan cepat-cepat Ify ambil. Eits, tapi ada tangan lain yang sudah mengambil kaleng itu lebih cepat dari Ify. Ify terbengong.

“Eh, maaf, bisakan anda memberikan selai itu pada saya karena suami saya tidak lama lagi akan pulang dan dia sangat suka dengan selai vegemite itu. Saya mohon.” Ujar Ify pada sesosok cowok bertopi di depannya. Tak lama kemudian cowok bertopi itu segera menyodorkan selai vegemite itu pada Ify.

“Terimakasih.” Ucap Ify senang. Tapi aneh. Kenapa cowok di depannya ini sangat mirip dengan Rio?! Ify mengamati dengan saksama cowok itu. Yap, tidak salah lagi. Cowok itu Rio! Ify langsung menghamburkan wajahnya di pelukan cowok itu.

“Riooooo!! Gue kangen sama lo!!”

“Fy, Fy udah. Disini banyak orang. Entar aja di rumah lo bisa peluk gue sesuka hati lo. Gue juga gak bakalan ngelarang.” Sahut Rio.

“Yee enak aja!” Ify segera melepaskan pelukannya.

Setelah membeli semua barang kebutuhan sehari-hari, Rio dan Ify segera menuju ke rumah. Dalam perjalanan pulang..

“Kapan lo pulang? Kata lo, lo bakalan pulang setelah seminggu?!” tanya Ify membuka obrolan.

“Gue kan ngomong kalo gue bakalan balik secepat mungkin. Apalagi gue tau kalo ada seorang cewek yang pergi ke bandara sambil nangis-nangis Cuma buat ngomong kalo dia sayang sama gue.” Ledek Rio.

“Udah gak usah ngebahas itu lagi!” wajah Ify sekarang bersemu merah.

“Lo centil gak disana? Awas aja sampe ketauan centil sama cewek lain!” sambung Ify sambil menunjuk ke arah Rio.

“Hahaha.. Gimana ya? Disana ceweknya cantik-cantik sih, sexy lagi..” ucap Rio memanasi Ify.

“Oh gitu ya di Aussie!! Matanya gak bisa ya kalo gak jelalatan?!” Ify mengalihkan pandangannya dan melipat tangannya di dada sambil cemberut.

“Hahaha.. Gak kok, gue gak jelalatan sama cewek lain. Serius. Masa gitu aja percaya?” Rio mencubit pipi Ify.

“Nyebelin!!” Ify memukul Rio pelan.

“Oh ya, sejak kapan lo suka belanja di swalayan?” tanya Rio balik.

“Sejak gue pingin jadi istri lo yang baik!!” Ify merentangkan tangannya sampai mengenai wajah Rio.

“Baik sih baik, tapi tangannya gak usah selebar itu.” Rio tersenyum.

Ify hanya tertawa kecil.

“Oh ya Yoo, selama lo pergi, gue udah belajar masak sama nyokap gue. Lo mau gue masakin apa?”

“Beneran nih?”

“Iyah..”

“Gue pingin pasta..” jawab Rio senang.

Ify menggelengkan kepalanya.

“Gak bisa ya? Eh, gimana kalo salad buah?”

Ify menggelengkan kepalanya lagi.

“Gak bisa ya? Terus lo bisanya masak apa?” tanya Rio yang sudah menahan tawa.

“Gue bisanya masak telor dadar, telor godok, telor mata sapi.” Ujar Ify polos.

Rio tertawa.

“Kalo gitu kenapa lo nawarin?! Kalo gitu doang, gue juga bisa.”

Rio segera menggenggam tangan istrinya itu sambil tersenyum menahan tawa.

Sesampainya di rumah..

Rio menunjuYoon keahliannya yang selama ini selalu disembunyikan. Ternyata Rio pinter masak lho! Masakannya juga enak!

Saat ini Ify dan Rio termenung melihat foto AlIel. Ify memang menaruh foto itu di atas meja ruang tengah. Rio meraih foto itu.

“Iel, thanks lo udah memberikan kehidupan buat gue, juga cewek yang sebaik Ify. Gue gak tau, gue harus ngomong apa lagi untuk berterimakasih sama lo. Gue janji, gue bakalan ngebahagiain Ify.” ujar Rio sambil menggenggam erat tangan Ify.

Rio sangat terharu mendengar ucapan Rio itu. Ia segera menghamburkan wajahnya di pelukan Rio.

# # # #

Malam harinya..

Entah mengapa Rio mengajak Ify pergi ke taman. Ify dan Rio berjalan berdua. Mereka tampak sangat bahagia. Tak jarang mereka tersenyum satu sama lain.

“Lo tau gak, kemarin Sivia sama Rio akhirnya jadian. Sivia cerita kalo si Rio tuh romantis banget!! Rio nyatain perasaannya langsung ke Sivia.” Cerita Ify panjang lebar. Ify berharap dengan bercerita ini, Rio bakalan nyatain langsung perasaannya.

“Oh..” respon Rio pendek.

“Terus.. gue..”

“Terus lo mau gue nyatain cinta ke elo?” tanya Rio to the point.

Ify terbelalak kaget, ternyata Rio tau apa yang sedang dipikirkan Ify. Ify segera mengangguYoon kepala cepat.

“Tapi sayang banget, gue bukan cowok yang romantis kayak gitu!” ucap Rio dingin.

Apaan sih Rio?! Kok malah jadi nyebelin gini?! Mungkin Rio ngira gue ngebanding-bandingin dia sama Alvin, jadi dia marah.

“Yoo, gue bukannya ngebandingin lo sama si Alvin. Tapi..”

“Tapi apa?!”

“Tapi kenapa lo gak bisa sih ngucapain kata-kata romantis barang sekali aja.”

“Bukannya gue gak bisa, tapi gue gak biasa!”

“Halah, ngomong aja kalo lo cowok buta romantis!” Ify mulai sebel berbicara dengan makhluk di depannya ini.

“Terus lo mau apa?” tanya Rio santai tanpa memedulikan cewek yang ada di depannya.

“Ih, lo tuh nyebelin banget sih?!” Ify beranjak meninggalkan Rio. tapi sebelum beberapa langkah..

“Singgg... Duar!!” terdengar suara kembang api meletus di langit malam. Dan yang bikin Ify tersenyum girang, ternyata kembang api itu bertuliskan,

IFY,
I LOVE YOU...

Ify sejenak mematung. Tanpa sadar Ify meneteskan air mata. Ia segera berbalik dan memeluk Rio erat.

“Fy, gue memang cowok yang buta romantis. Tapi demi lo, gue bakalan belajar jadi cowok yang lo harapkan. I love you.. I love you.. I love you.. I love you.. I love you.. I love you..” Rio membisiYoon kalimat itu berulang-ulang di telinga Ify sambil membelai lembut kepala istrinya itu.

Ify yang mendengar itu jadi terharu dan menangis sesenggukan.

“Huaaa... hik.. hiks..”

Rio yang melihat Ify menangis jadi bingung.

“Fy, lo kenapa sih? Kok lo nangis? Lo gak seneng ya dengan ini semua?”

Ify menggelengkan kepalanya.

“Gue seneng, seneng banget malah! Gue nangis karena gue seneng!” Ify mengusap air matanya segera.

“Lo tuh lucu banget ya? Sedih, nangis. Marah, nangis. Seneng juga nangis.”

Ify tersenyum melihat wajah Rio.

Ify mendekat dan menarik kepala Rio untuk mendekat dengannya.

“I love you too..” balas Ify kemudian dan segera di menempelkan bibirnya dengan bibir Rio.

Mereka memandang langit malam yang penuh bintang dengan kembang api yang bertuliskan “Ify, I love you”. Serta laut yang berada di belakang taman itu yang memantulkan tulisan kembang api di langit itu. Indah sekali!!

Seperti apa..
Pelukan, ciuman, dan sentuhan
Semua tak sekedar itu

Memiliki, dimiliki, hak sepenuhnya atas diri
Bukan hanya itu..
Kita tak membicarakan tentang itu

Hal yang kita suka atau hal yang disukainya
Masih bukan hal itu ungkapnya
Hal yang dibenci, hal yang kita benci
Itulah kebenarannya

Tetapi..
Jika bisa saling memudahkan

# # # #

Kali ini, rumah tangga Rio dan Ify berjalan harmonis. Rio sudah mendirikan perusahaannya sendiri dan Ify mendirikan sebuah butik di kawasan Jakarta Timur.

Hari ini, tepat 7 bulan pernikahan Ify dan Rio. Ify dan Rio berniat untuk mengadakan perayaan pernikahan mereka. Ify sedang berdandan di kamarnya, sedangkan Rio sudah menunggu di bawah.

Ify memakai gaun putih panjang dengan hiasan bunga lily yang dikristalkan asli dan pernak pernik berlian kecil mengelilingi gaun putih itu. Indah dan mewah sekali!! Rambut Ify yang diikat kepang kecil membentuk ranting dan sisa rambut yang dikriting di dekat telinganya dan disematkan sebuah mahkota berlian kecil di tengahnya dengan penutup wajah di belakang menyatu dengan mahkota itu. Make up soft dan high heels silver menambah kecantikan Ify. Sebuket bunga mawar merah dan putih dan Ify dituntun oleh 2 orang pengapit, perempuan dan laki-laki turun ke lantai bawah untuk pergi ke tempat perayaan pernikahan.

Ify masih ingat saat pemberkatan pernikahan di gereja, yang dipimpin oleh Romo Benedictus Yosef O’carm. Ucapan perjanjian yang sakral di depan Tuhan untuk saling menjaga, saling melengkapi, saling menghormati.

>>> 

(Cerita Pemberkatan Pernikahan di Gereja Maria Vadelyna.)

Saat ini Ify dan Rio berada di Gereja Maria Vadelyna untuk mengikuti pemberkatan pernikahan. Saat penyambutan mempelai, Imam dan putera-puteri altar/misdinar menyambut mempelai di depan altar. Mempelai pria bersama Romo dan misdinar menunggu di altar. Mempelai wanita bersama dengan orang tua sampai di pintu gereja, langsung masuk menuju altar. Kemudian bapak mempelai wanita menyerahkan mempelai wanita kepada mempelai pria. Kemudian bapak mempelai wanita menyerahkan kepada Imam.

Kemudian Romo Yosef memulai Perayaan Ekaristi Perkawinan dengan kata pengantar yang selalu diucapkannya saat Perayaan Ekaristi biasa, dilangsungkan dengan pernyataan tobat dan doa pembukaan.

Ketika Liturgi Sabda, kedua mempelai berdiri di depan altar. Diambil dari 1 Kor. 13:1-13

Rio   :  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemericing.

Ify      :  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki Iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunya kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Rio   :  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Ify      :  Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Rio   : Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ify      :  Ia tidak bersukacita karena ketidak adilan, tetapi karena kebenaran.

Rio   :  Ia tidak menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Ify      :  Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.

Rio   :  Sebab pengetahuan kita tidak sempurna dan nubuat kita tidak sempurna.

Ify      :  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Rio   :  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seoerti kanak-kanak, dan merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Ify      :  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

RiFy     :  Demikian tinggal ketiga hal, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang terbesar di antaranya ialah kasih. Demikian sabda Tuhan.

Umat   :  Syukur kepada Allah.

Dilanjutkan dengan lagu antar bacaan dan bacaan injil. Selanjutnya upacara sakramen pernikahan dan mohon doa restu orang tua.

Imam    :  Rio dan Ify, kini pergilah kepada kedua orang tuamu, sampaikanlah terimakasih kepada mereka yang telah membesarkan dan mencintai kamu, dan mohon doa restu mereka, agar pernikahan kalian sungguh-sungguh membuahkan ketenteraman dan damai sejati atas berkat Tuhan.

Ify dan Rio bersama-sama menuju ke tempat orangtua mereka untuk mohon doa restu. Setelah itu peneguhan perkawinan. Kedua mempelai dan para hadirin dipersilahkan berdiri, sementara para saksi maju mendampingi kedua mempelai.

RiFy       :  Romo Yosef yang terhormat, sesuai dengan petunjuk Tuhan sendiri, kami berdua telah saling memilih sebagai teman hidup. Kami mohon kesediaan Romo untuk meresmikan hubungan kami sebagai suami-isteri, menurut adat Gereja Katolik.

Imam     :  Saudara sekalian yang hadir disini, sebelum perkawinan ini diresmikan, perkenankanlah saya menanyakan di hadapan para saksi ini menurut adat Gereja. Para saksi yang terhormat, adakah sesuatu yang menghalangi perkawinan ini menurut adat Gereja?

Saksi     :  Sepanjang pengetahuan kami, tidak ada halangan untuk meresmikan perkawinan ini. Dari sebab itu, kami mendukung permohonan dari kedua mempelai ini.

Imam     :  Calon mempelai berdua yang berbahagia, Saudara telah datang kemari untuk memberikan kesaksian kepada umat Kristus yang hadir disini tentang cinta Saudara satu sama lain. Kami semua bersama saudara memohonkan berkat restu Allah atas keluarga baru yang hendak Saudara dirikan. Saudara telah dikuduskan dalam pembaptisan dan dipersatukan dengan Krsitus. Dialah yang akan menguatkan niat baik Saudara, dengan karunia rahmat-Nya. Maka sekarang bersediakah Saudara menyatakan maksud dan isi hati Saudara, di hadapan para saksi dan umat yang hadir disini?

RiFy       :  Ya, kami bersedia.

Rio     :  Saya, Rio Haling, menyatakan bahwa saya meresmikan perkawinan ini dengan ikhlas hati. Saya bersedia mencintai dan menghormati isteri saya, Ify Saufika sepanjang hidup saya. Saya bersedia menjadi ayah yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada kami berdua.

Ify        :  Saya, Ify Saufika, menyatakan bahwa saya meresmikan perkawinan ini dengan ikhlas hati. Saya bersedia mencintai dan menghormati suami saya, Rio Haling sepanjang hidup saya. Saya bersedia menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada kami berdua.

Tibalah janji perkawinan dan mempelai meletaYoon tangan kanan di atas Kitab Suci.

Imam      : Rio dan Ify, kini tibalah saatnya untuk meneguhkan perkawinan kalian berdua. Silahkan anda berdua meletaYoon tangan kanan anda di atas Kitab Suci, untuk mengucapkan janji perkawinan secara bergantian.

Rio      : Dihadapan Allah, Pastor dan para saksi, saya, Rio Haling memilih engkau Ify Saufika menjadi isteri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam suka dan duka, di waktu keadaan sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau sepanjang hidup saya.

Ify         : Dihadapan Allah, Pastor dan para saksi, saya, Ify Saufika memilih engkau Rio Haling menjadi suami saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam suka dan duka, di waktu keadaan sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau sepanjang hidup saya.

Imam      : Atas nama Gereja Allah, di hadapan para saksi dan hadirin semua, saya menegaskan bahwa perkawinan yang telah anda langsungkan ini adalah perkawinan Katolik yang sah. Semoga sakramen ini menjadi sumebr kekuatan dan kebahagiaan bagi anda berdua mulai sekarang ini dan untuk selamanya. Berkat Allah yang Maha-Kuasa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Umat      : Amin.

Imam      : Yang dipersatukan oleh Allah,

Umat      : Jangan diceraikan oleh manusia.

Pemberkatan Cincin.

Imam      :  Ya Allah, sumber kesetiaan, berkatilah kedua cincin ini supaya menjadi lambang cinta dan kesetiaan bagi suami-isteri ini. (Kedua cincin diberkati air suci)

Imam      :  Rio Haling, kenakanlah cincin ini kepada jari isteri saudara sebagai lambang cinta dan kesetiaan.

Rio      :  Ify, terimalah cincin ini sebagai lambang kesetiaan cintaku kepadamu.

Imam      :  Ify Saufika, kenakanlah cincin ini kepada jari suami saudari sebagai lambang cinta dan kesetiaan.

Ify         :  Rio Haling, terimalah cincin ini sebagai lambang kesetiaan cintaku kepadamu.

Dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi biasa, komuni, dan sampai pada berkat penutup. Saat penanda tanganan naskah perkawinan, penanda tanganan surat perkawinan Gereja di depan altar oleh kedua mempelai yang didampingi para saksi dan Imam. Setelah selesai, memepelai berdua menuju altar Bunda Maria. Mempelai wanita meletaYoon bunga di depan patung Bunda Maria kemudian berdoa bersama-sama.

*Aku ceritain dalam agamaku ya. Gak papa kan?? :)* (ini dalam agamanya Jessica penulis asli cerbung ini)

>>> 

@Saint Angelique Hotel – Perayaan pernikahan

“Ladies and gentleman, kita sambut pasangan baru kita, Ify and Rio!!” suara MC menggelegar di setiap sudut ruangan.

Ify dengan mengapit lengan Rio berjalan beriringan menuju panggung pernikahan mereka. Di belakangnya, dua orang pengapit, perempuan membantu memegang gaun Ify yang panjang guna untuk tidak membuat Ify kesusahan berjalan dan yang laki-laki membawa sebuket bunga. Di belakangnya lagi mama dan papa Ify-Rio.

Mereka berjalan menuju panggung dengan 2 orang balerina yang menuntun mereka di depan sambil menari. Menambah keindahan suasana saat itu. Ify dan Rio naik ke atas panggung dan dipimpin oleh sang MC berdoa bersama.

Setelah itu, mereka berdua bersama-sama melakukan penuangan wine di beberapa gelas yang disusun di atas sebuah meja dekat Wedding tart-nya. Masing-masing memegang 1 botol dan dalam hitungan ke-3 mereka bersama-sama menuangkan wine itu sampai gelas-gelas yang disusun penuh. Setelah itu, pemotongan wedding tart. Ify dan Rio memegang sebuah pisau bersama-sama dan memotong wedding tart tersebut dan diserahkan kepada orangtua mereka.

“Sekarang, kue yang kalian pegang masing-masing, suapkan kepada pasangan kalian dengan menyilangkan tangan dengan pasanganmu.” Ucap sang MC.

Setelah itu, makan bersama, penampilan dari para dancer, balerina, dan singer untuk memeriahkan acara pernikahan mereka.

Dan tiba waktunya untuk pemlemparan buket bunga. Rio dan Ify maju ke depan panggung dan memegang sebuket mawar putih dan merah yang dikristalkan dengan berhias pita merah, sambil membaliYoon badan dan para tamu yang masih belum menikah maju untuk memperebutkan buket bunga tersebut.

“One.. two.. three.. Throw!!” perintah sang MC dan Rio-Ify melemparkan buket bunga tersebut.

Dan yang mendapatkan adalah.. SIVIA?! Semua mata berpaling menuju Sivia yang hanya tersenyum malu dengan mendekap buket bunga tersebut. Sedangkan Rio dan Ify tersenyum satu sama lain dengan penuh arti.

“Dan sekarang, saatnya Wedding Kiss!!” ucap sang MC bersemangat dan mendapat teriakan heboh dari para tamu undangan.

“Hah?! Wedding kiss, Yoo?! Yang bener aja?? Sekarang?!” Ify kaget gak karuan.

Rio hanya tersenyum dan mendengarkan aba-aba dari sang MC.

“Hitungan ketiga!! One.. two.. three.. kiss!!” aba-aba sang MC.

Rio menghadapkan tubuh Ify padanya dan tangan kanannya memegang dagu Ify sedangkan tangan kirinya memegang bahu Ify. Hitungan detik, bibir Rio sudah menempel di bibir manis Ify.

# # # #

Saat sampai di rumah, Ify langsung naik ke atas dan masuk ke kamarnya dan Rio. Sekarang Rio dan Ify tidur sekamar. Ify masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian dengan piyamanya dan menghapus make up nya. Ketika Ify sudah keluar dari kamar mandi, Rio sudah berganti pakaian dan sedang duduk di ranjangnya sambil membaca buku. Ify menghampiri suamianya tersebut dan duduk di sebelahnya juga.

“Udah selesai?” tanya Rio sambi menutup bukunya.

Ify menganggukkan kepalanya.

“Fy, gimana?? Sekarang udah boleh kan??” tanya Rio sambil tersenyum jail.

“Apasih, Yoo?!” Ify menutup wajahnya dengan selimut dan memukul bahu Rio pelan.

“Boleh kan sekarang?? Kan udah resmi.” Rio membuka selimut yang menutupi wajah Ify dan mengerling nakal. Ify merampas kembali selimutnya dan menutupi wajahnya lagi.

“Fy, buka! Ngapain ditutupin?” Rio dan Ify rebutan selimut.

“Malu!!” Ify menarik selimutnya lagi dan menutupi wajahnya lagi.

“Ngapain malu?? Sekarang ya??” Rio memulai aksinya lagi.

Ify hanya mengangguk yang bertanda menyetujui permintaan Rio. Rio tersenyum nakal dan mulai memeluk Ify masuk ke dalam selimut.

# # # #

5 tahun kemudian..

Rio dan Ify sedang berada di lapangan basket belakang rumah mereka bersama anak mereka, Equina Margaretha Qlufy Sindunata atau dipanggil Qlufy. Kenapa nama belakangnya Sindunata? Itu disebabkan agar mereka tetap mengingat AlIel dalam wujud anak mereka.

“Papa, bolanya gak mau masuk-masuk ke bolongan itu lho! Qlufy jadi kesel!” Qlufy cemberut sambil melipat tangannya di dada karena tidak berhasil memasuYoon bola basket itu ke ring.

“Dicoba lagi sayang. Jangan cepet ngambek gitu dong.” Ucap Rio sambil menghampiri anaknya.

“Tapi gak mau-mau!!” Qlufy hampir menangis.

“Eit, jangan nangis dong sayang. Anak mama kan gak boleh cengeng.” Ify tiba-tiba menghampiri Qlufy dan Rio.

“Gimana kalo papa gendong, nanti Qlufy masukin ya.” Usul Rio sambil mencubit pipi anaknya gemas.

“Iya, bener kata papa. Sini mama gendongin ke papa.” Ify menggendong anaknya dan meletaYoonnya di bahu Rio.

Rio berjalan menuju dekat ring dan Ify memberikan bola basket itu ke anaknya.

“Ayo coba masukin Qlufy.” Ify berusaha menyemangati anaknya.

Qlufy mengangkat tangannya dan melemparkan bola basket itu ke ring dan masuk! Rio menurunkan Qlufy dari bahunya dan membawanya berputar-putar dalam gendongannya.

“Papa berhenti!! Nanti Qlufy jatoh lho!! Sakit!!” Qlufy memukul-mukul dada Rio dengan tangan kecilnya.

“Hahahaha.. iya deh iya.” Rio berhenti berputar dan mencium pipi anaknya gemas.

“Qlufy, ayo main lempar-lemparan!” ajak Ify sambil mendrible bola basket tersebut.

“Mana ma?! Mana bolanya? Lempar ke Qlufy.” Suruh Qlufy sambil membentuk tangannya untuk menangkap bola itu.

Ify melemparkan bola itu pelan dan Qlufy melemparkannya lagi ke Rio.

“Papa, tangkep ya!” Qlufy melemparkan bola basket itu. Tapi sayang, arahnya masih tidak terarah dan bola basket itu mengenai kepala Rio. Rio jatuh dan pingsan.

“Rio!!” Ify berlari mendekati Rio dan memangku kepala suaminya itu.

Rio membuka matanya sedikit dan mengedipkan salah satu matanya pertanda dia hanya bersandiwara. Ify yang mengetahui pun hanya menahan tawa dan berpura-pura membangunkan Rio lagi.

Qlufy berlari kecil ke arah Rio dan Ify. Matanya sudah berlinang air mata. Dia takut terjadi apa-apa dengan papanya.

“Papa bangun!! Papa kenapa?? Sakit ya?? Qlufy gak sengaja. Papa, bangun!! Qlufy minta maaf!!” Qlufy menggoncang-goncangkan tubuh Rio pelan dan tiba-tiba saja Rio mendekap anaknya yang berada di sebelah kirinya dan Ify menggelitiki perutnya.

“Kena deh!! Hahahaha..” Rio ikutan menggelitiki perut anaknya yang kemudian tertawa kegelian.

“Papa jahat!! Bikin Qlufy takut!!” Qlufy mengatupkan kedua tangannya di pipi Rio dan menepuk-nepuknya pelan.

Rio hanya tersenyum dan mencium bibir mungil anaknya sayang. Ify yang melihatnya hanya cemberut.

“Eh, sayang, ada yang cemburu nih soalnya gak dicium sama papa.” Rio meledek Ify sambil melirik nya sedikit.

“Apa?!” Ify memalingkan pandangannya ke arah lain dan melipat kedua tangannya di dada.

“Hahhaha.. mama cemburu!!” goda Qlufy.

Rio mendirikan Qlufy dan mendekati Ify. Dia memegang dagu Ify dan menghadapkan padanya. Rio tersenyum menahan tawanya dan mencium bibir Ify.

“Jangan cemberut terus dong!! Jelek tau!!” Rio mengacak-acak rambut Ify pelan dan tertawa kecil melihat kelakuan istrinya.

“Biarin!!” Ify menjulurkan lidahnya dan berlari bersama Qlufy.

Rio yang mengerti maksud Ify untuk mengejarnya, berlari menyusul istri dan anaknya. Mereka berlari mengelilingi lapangan basket seperti anak kecil.

# # # #

Malam harinya Ify, Rio dan Qlufy berada di kamar RiFy. Rio sedang membaca bukunya, Ify bermain dengan BB nya sedangkan Qlufy hanya melihat kedua orangtuanya kesal.

“Papa, mama, Qlufy jangan dicuekin dong!!” Qlufy merengek pada Rio dan Ify sambil duduk di tengah-tengah mereka.

“Iya, maaf deh.” Ify meletaYoon BB nya di atas lemari kecil sebelah kasurnya dan memangku putrinya itu.

“Qlufy, besok sekolah. Sekarang tidur aja ya?” Ify menidurkan Qlufy di tengah-tengah antara dia dan Rio.

“Qlufy masih gak ngantuk. Papa, ngomong dong!!” Qlufy menarik-narik lengan baju Rio.

“Papa disuruh ngomong apa ini??” Rio meletaYoon bukunya dan mengalihkan perhatiannya pada Qlufy.

“Papa, kalo disuruh milih antara Qlufy sama mama, papa milih siapa??” tanya Qlufy sambil menepuk-nepuk pipi Rio pelan.

“Pastinya mama dong!!!” Ify menyahut sambil memeluk Rio dari samping.

“Lho? Gak bisa! Papa pasti milih Qlufy kok!!” Qlufy akan memeluk Rio tapi dihalangi oleh Ify.

“Eit, gak boleh meluk-meluk papa kecuali mama.” Ify menjulurkan lidahnya pada anaknya itu.

“Yah mama!! Mama curang!! Qlufy kan juga mau meluk papa!!” Qlufy masih mencoba untuk memeluk Rio.

Rio hanya tertawa melihat kelakuan istri dan anaknya itu.

“Gak boleh!! Papa Cuma punya mama!!” Ify kembali memeluk Rio. Rio hanya membelai rambut istrinya itu sambil menahan tawanya.

“Lho papa!! Qlufy juga mau meluk!!” Qlufy hampir menangis karena tidak bisa memeluk Rio.

“Eh, jangan nagis dong sayang. Mama kan Cuma bercanda. Sini, peluk papanya.” Ify menggendong Qlufy dan memberikannya pada Rio.

“Mamanya nakal ya? Sini, peluk papa..” Rio merentangkan kedua tangannya dan Qlufy langsung mendekap di pelukan Rio.

“Jangan nangis oke??” Rio mencium setiap inchi wajah anaknya.

Qlufy hanya mengangguk.

# # # #

Pagi harinya, Ify sibuk menyiapkan sarapan. Qlufy sudah mandi dan sedang duduk di meja makan bersama Rio dengan seragam sekolahnya.

“Ini Qlufy makan dulu ya. Terus minum susunya.” Ify menyodorkan setangkup roti berselai strawberry dan memeberikannya pada anaknya.

Setelah semua selesai, Ify dan Qlufy pergi ke TK Qlufy dengan diantar Rio. Karena sekalian Rio pergi ke kantornya.

“Qlufy belajar yang rajin ya, jangan nakal-nakal.” Rio mencium pipi anaknya itu ketika sudah sampai di depan gerbang sekolahnya.

“Beres papa.” Qlufy tersenyum manis sampai menghasilkan lesung pipi di kedua pipi chubby nya.

Rio hanya tersenyum dan membelai rambut anaknya itu.

“Jaga Qlufy, oke?” Rio mengalihkan perhatiannya pada Ify dan dengan cepat mencium bibir Ify dan langsung masuk ke dalam mobil.

“Dasar Rio!! salah tempat nyiumnya!!” Ify memarahi Rio di depan kaca mobilnya.

“Memang sengaja! Aku berangkat dulu ya.” Rio tertawa dan melesat menuju kantornya.

“Papa nakal ya sayang? Yauda, sekarang kita masuk aja yuk?” ajak Ify yang hanya diangguki kepala oleh Qlufy.

# # # #

Sore hari, Ify dan Qlufy berada di tengah kolam renang mereka. Di tengah? Ya, di tengah-tengah kolam renang yang berbentuk angka delapan itu ada sebuah jembatan lengkung di atasnya. Yang biasa ditempati Rio, Ify dan Qlufy bermain saat sore hari. Disana ada 3 kursi dan meja di tengahnya. Ada 2 kursi panjang dan di antara kedua kursi itu ada payung yang melindungi dari sinar matahari. Ada box mainan Qlufy dan tempat untuk melukis.

Ify sedang memperhatikan Qlufy yang sedang melukis. Dia tersenyum sendiri melihat anaknya itu. Tiba-tiba ada orang yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan,

“Rio?” Ify membaliYoon badannya dan mendapati Rio tersenyum jail padanya.

“Tumben udah pulang jam segini??” tanya Ify bingung. Sekarang masih jam setengah 4. Biasanya Rio pulang jam 5.

“Gak ada meeting sekarang. Jadi bisa pulang cepet deh.” Rio menjelaskan dan membaliYoon tubuh Ify dan memeluknya lagi.

“Mandi dulu sana. Abis itu kesini lagi.” Suruh Ify. Rio hanya menurut dan masuk ke dalam rumah.

15 menit kemudian, Qlufy sudah menyelesaikan lukisannya dan tepat saat Rio kembali ke kolam renang.

“Papa!!” teriak Qlufy sambil berlari dan memeluk Rio.

“Kapan pulang?? Kok udah mandi??” tanya Qlufy sambil pura-pura membesarkan matanya sehingga terlihat bulat.

Rio tertawa melihat kelakuan anaknya itu.

“Barusan saja. Abis itu papa mandi dulu.”

“Oya pa, Qlufy tadi ngelukis ini lho.” Qlufy melepaskan pelukannya pada Rio dan menunjuYoon hasil lukisannya.

“Wah, bagus sekali. Anak papa pintar melukis ya.” Rio memuji lukisan Qlufy yang bergambar Rio, Ify dan Qlufy yang berada di tengah-tengah Ify dan Rio di sebuah pedesaan. Meskipun lukisan itu masih tidak terlalu rapi.

“Iya dong, Qlufy gitu.” Qlufy mengibaskan rambutnya sambil mengerling nakal.

“Dasar centil!!” Rio menarik hidung anaknya dan tertawa.

“Kayak siapa Qlufy centil?” tanya Qlufy sambil tersenyum nakal.

“Kayak mama dong!!” Rio tertawa dan berlari terlebih dahulu bersama Qlufy karena dia tau kalau Ify setelah itu akan marah padanya.

“Rio!! Qlufy!! Dasar nyebelin!!” Ify berlari mengejar mereka berdua.

Dan jadilah mereka kejar-kejaran di sekitar kolan renang. Ini kisah cinta antara Rio dan Ify. Kisah yang pertamanya bermusuhan tapi akhirnya dipersatukan. Tuhan adil jika mempersatukan kita dengan musuh kita. Karena itu untuk memberikan pelajaran kepada kita untuk tidak terlalu membenci orang lain. Itu akan membuatmu lebih dekat lagi dengannya.

THE END
>>> 
makasi yang udah baca everlasting heart dari part awal sampai akhir.. :)
maaf ya gak bisa ngetag semua :)
makasi udah mau like n coment :)
dan terakhir very very very thankyouu buat Jessica Filicia yg udah ngijinin cerbung karyanya aku post jadi RiFy version.. thankyou so much syg! Terus berkarya yaaa{}

1 komentar: